Thursday, November 15, 2018

Strategic HR Professional Development



Versi terjemahan klip video youtube Justin Allen:
https://www.youtube.com/watch?v=RODLmeefbMA

Transkrip terjemahan Bahasa Indonesia
Transcript is translated to Bahasa Indonesia






Minute 1
Hi saya Justin Allen dari RBL group. Saya tugaskan anda untuk kembali mengingat ingat seorang HR Leader yang meniurut anda paling efektif yang pernah menjadi rekan kerja anda, kemudian silakan anda ingat ingat juga siapa HR leader yang menurut anda paling buruk, setelah itu anda bandingkan, pikirkan apa perbedaan diantara keduanya.
Kira kira apa yang seorang HR leader terbaik lakukan dalam keseharian mereka, lalu anda bayangkan pula kira kira apa yang dilakukan oleh seorang HR leader yg buruk dalam keseharian mereka. Lantas anda coba pikirkan kira kira apa yang dilakukan oleh seorang HR leader yang baik untuk menjadikan dirinya berkembang selama bertahun tahun.

pada bab 6 ini kita akan bahas mengenai bagaimana cara meng-upgrade HR profesional
dan pada klip/video singkat ini saya kan berbicara tentang pendekatan inovatif terkait perkembangan berkesinambungan dari seorang HR profesional terkait kemampuan organisasi yang mana akan anda butuhkan untuk meraih sukses.

Banyak dari kita sudah familiar dengan program high potential leadership development program yang diawali oleh GE (general electric) dan perusahaan perusahaan//organisasi papan atas yang sudah kita dengan selama bertahun tahun, yang mana sekarang telah berkembang dan dipakai di banyak perusahaan besar. Program program seperti ini (HPLDP) sering diikuti dengan rotasi/pergantian berbagai posisi HR. Bahkan terkadang merotasi seorang leader potensial ke posisi
di luar (tidak terkait) HR

minute 2
dan sering juga menyertakan pelatihan formal misalkan saja (1 minggu dalam setiap 6 bulan sekali) dan experiential learning (belajar sambil merasakan pengalaman), mengerjakan proyek cross functional atau project2 lain. Meski demikian program semacam ini (HPLDP) seringkali berhenti setelah 1 atau 2 tahun dan partisipan/pesertanya terbangkalai sehingga proses development (perkembangannya) kembali dilakukan dgn cara cara tradisional seperti formal training yang dilakukan sekali dalam bebrapa tahun, hanya saja langkah tradisional ini memiliki attrition rate yg tinggi setelah program selesai. Untuk meng kompensasi problem seperti ini kami melihat sebuah pendekatan baru yang inovatif yang ana :
  1. Memastikan pesertanya untuk terus memiliki kesempatan tumbuh dan berkembang dan
  2. Memastikan bahwa HR profesional untuk tetap fokus dalam membangun kemampuan yang berbeda dari suatu organisasi

proses ini menitikberatkan pada HR competency 360 yang mana setiap orang dalam organisasi ikut ambil bagian dalam rentang 1 tahun atau dalam beberapa kasus, setiap 6 bulan



Minute 3
seperti yang kami jelaskan dalam buku HR transformation dan jika anda ingin mengetahui lebih detil ada pada buku kami HR competencies tahun 2008 yang memuat riset selama 20 tahun dimana menyajikan 6 data yang mendukung HR competencies yang secara positif memiliki impact terhadap performa bisnis. Yaitu
1.credible activist
2 operational executor
3 business ally
4 talent manager
5 organisation designer
6 culture and change steward and strategy architect

entah anda menggunakan asesmen RBL HR competency atau asesmen homegrown 360, merupakan suatu yang penting untuk melakukan setting sebuah informasi dasar (baseline) kepada individu maupun kepada organisasi secara keseluruhan.

Berikutnya adalah perusahaan menyediakan menu dan coach, menu terdiri dari dari 3 kategori perkembangan untuk setiap kesempatan bagi HR profesional untuk dapat diikuti.

1.Formal training, tergantung kepada bagaimana kemampuan organisasi diatur dalam perusahaan macam dari kesempatan training dikembangkan baik oleh organisasi training eksternal atau oleh staf training internal mulai dari online course atau workshop intensif selama 1-2 minggu hal seperti ini cukup lazim ditemukan dalam kebanyakan organisasi

2 Kesempatan untuk experiential learning. Termasuk didalam kategori ini yaitu project untuk action learning, assignment/penugasan sementara, klub buku dimana sekelompok orang berkumpul untuk mempelajari buku yang terkait kemampuan organisasi, penugasan untuk volunteer (sukarela) bahkan vacation, jalan jalan
contohnya beberapa perusahaan mengundang pegawai mereka jalan jalan menuju tempat tertentu. Seprti cina atau india kemudian di sela sela nya digunakan untuk meng eksplor budaya dan bisnis yang ada di lokasi tersebut.

3 On the job experience opportunities





Minute 4
on going



Minute 5
Terlepas dari program spesifik yang anda implementasikan tidak ada HR transformation yang berakhir sukses tanpa HR leader dan profesional yang efektif dan perkembangan akan terjadi ketika didasari riset dan menggunakan sejumlah praktik dan kelas (tatap muka) dan pengalaman, yang mana hal tersebut pada akhirnya akan memiliki keterkaitan dengan hasil akhir dari Bisnis

No comments:

Post a Comment

Silakan beropini,